KOMITMEN KEPEMIMPINAN SISWA

Posted: June 20, 2010 in BLOG WRITING

Nama : Dia Miftakhul Jannah

Usia : Pasuruan, 05 Agustus 1994 (15 tahun)

Kelas : X

Asal Sekolah : SMA Al-Mursyidin

Visi : Berfikir Strategis dan mampu memotivasi perubahan dalam segala bidang

Misi :

  1. menjadikan pemimpin sebagai Inspirator dan agen perubahan
  2. Menumbuhkan budaya team work dengan inovasi baru.
  3. menumbuhkan budaya kompetitif, menyenangkan dan mengelola setiap perbedaan dengan baik.
  4. Memberikan pengetahuan, motivasi dan memonitor seluruh team work untuk maju.
  5. Peduli pada yang kecil dan lemah serta selalu bertindak lebih dulu untuk menjadi contoh pemimpin yang dihormati dan di hargai.

Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi, membimbing dan menggerakkan orang lain kepada sekitarnya ke arah positif maupun negatif. Sedangkan komitmen adalah keadaan dimana individu mempertimbangkan sejauhmana nilai dan tujuan pribadinya sesuai dengan nilai dan tujuan organisasi, serta sejauhmana keinginannya untuk mempertahankan keanggotaannya dalam organisasi. Dua hal tersebut mutlak diperlukan oleh seorang pemimpin, secara konsekuensi dalam menjalankan sebuah organisasi atau komunitas agar menjadi solid dan memiliki orientasi yang utuh terhadap lingkungannya.

Seorang pemimpin harus memahami budaya-budaya dan karakteristik seseorang yang telah ada dalam organisasinya. Kemudian dapat dilakukan penilaian secara komprehensif. Seorang pemimpin juga harus dapat berkomunikasi, menjaga kemitraan internal, pendekatan dan obsesi terhadap inovasi. Karena suatu organisasi yang semula bersifat hierarkis-komando dapat menuju ke arah kemitraan bersama.

Dan seorang pemimpin harus memiliki sikap produktif, loyalitas, birokrat dan dedikasi yang baik. Kemudian harus relevan dalam mengambil keputusan, memotivasi organisasinya, memberikan kontribusi yang berarti pada organisasinya, dan memberikan ide atau gagasan yang unik, inovatif, orisinil dan variatif. Demi suatu perubahan yang membuat progress dan revitalisasi organisasi.

Peran kepemimpinan pada komunitas siswa di sekolah dapat dilihat pada Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan di kelas. Peran ketua Osis dan ketua kelas merupakan sub ordinary yang vital bagi perkembangan kemajuan pendidikan di sekolah dan menjaga hubungan vertikal dan horisontal di lingkungan sekolah. Tanpa Osis dan ketua kelas akan kehilangan satu rangkaian komponen pendidikan secara struktural yang akan berdampak sistemik dan bersifat stagnan terhadap keberlangsungan proses kegiatan belajar mengajar di sekolah. Untuk itu pentingnya komitmen kepemimpinan siswa di pendidikan mutlak diperlukan dikarenakan oleh beberapa aspek, diantaranya :

  1. Dalam menumbuhkan dan meyuburkan suasana proses kegiatan belajar internal dan eksternal.

Secara internal ketua kelas berperan mengkoordinir anggota siswa untuk memperoleh haknya mendapatkan pembelajaran di kelas dengan suasana belajar kreatif, nyaman dan menyenangkan. Dan secara eksternal Osis merupakan wadah untuk mengaspirasikan unjuk kebolehan bakat, minat dan kemampuan siswa untuk lebih maju dalam mengaplikasikan keilmuannya secara cerdas dan inovatif. Namun peran tersebut harus memposisikan tidak menghilangkan hak dan kewajibannya di sekolah.

2. Mengambil hati dan pikiran pribadi-pribadi yang ada disekitarnya.

Mudah sekali memimpin siswa di kelas atau di Osis jika kita sudah bisa mengambil hati serta bisa membaca pikiran anggota siswa. Sebenarnya bukan hal yang mudah dalam membaca pikiran anggota siswa. Tapi jika kita mau membiasakan melihat apa yang tersirat maka lama kelamaan akan menjadi mudah membaca pertanda atau isyarat yang diberikan anggota siswa mengenai sesuatu hal.

Jika kita sudah menguasai keterampilan dalam mengambil hati dan pikiran akan labih mudah juga bagi seorang ketua untuk mendukung anggota siswa melewati hambatan dalam proses kegiatan kelas dan Osis di sekolah

3. Bermitra dalam bekerja dengan orang lain.

Dalam memimpin sebuah kelas dan osis seorang ketua pastinya tidak sendiri, ada banyak pihak yang ada di sekeliling lingkup pekerjaannya sebagai pemimpin. Ada kepala sekolah, rekan sesama anggota siswa, guru, administrasi dan pihak lain yang jika tidak diperlakuakn sebagai team akan menimbulkan masalah dikemudian hari. Ingat singkatan dari T.E.A.M artinya Together wE Achieve More atau bersama untuk meraih yang terbaik.

4. Mau mengerti diri sendiri dan orang lain.

Seorang ketua sering dihadapkan pada kondisi tekanan tugas dan kewajiban sehingga kurang berorientasi pada diri sendiri. Sikap berorientasi pada diri sendiri bukan berarti egois,  tetapi lebih kepada upaya untuk menggali apa yang menjadi potensi orang-orang disekitarnya sambil menghormati diri kita sendiri.

Misalnya ketika ada anggota siswa lain yang meminta kita melakukan sesuatu pertolongan yang berhubungan dengan pekerjaan adakalanya sikap kita hanya dua, menerima atau menolak. Padahal ada sikap satu lagi yaitu menerima untuk kemudian mengatur waktu agar bisa dikerjakan sambil berusaha mengajarkannya agar dilain kesempatan rekan tadi mampu menolong dirinya sendiri.

5. Berkomitmen pada diri sendiri dan orang lain.

Komitmen merupakan refleksi dari seorang pemimpin, karena dengan komitmen yang tinggi ketua dan anggota siswa akan bersikap profesional dan menjunjung tinggi nilai-nilai yang telah disepakati bersama dalam organisasi, yang fokusnya adalah nilai-nilai dan sikap (attitude) yang dimiliki oleh ketua dan anggotanya.

Permasalahan kepemimpinan siswa tidak lain adalah persoalan budaya organisasi, terlihat tak tampak namun sulit berubah dan terkadang tampak namun mudah berubah. Dilihat dari sisi kejelasan dan ketahanannya terhadap perubahan, John P. Kotter dan James L. Heskett (1998) memilah budaya organisasi menjadi ke dalam dua tingkatan yang berbeda. Dikemukakannya, bahwa pada tingkatan yang lebih dalam dan kurang terlihat, nilai-nilai yang dianut bersama oleh orang dalam kelompok dan cenderung bertahan sepanjang waktu bahkan meskipun anggota kelompok sudah berubah. dalam beberapa hal anggota siswa sangat memperdulikan urusannya sendiri, dalam hal lain siswa sangat memperdulikan inovasi atau peningkatan kualitas Sumber Daya Siswa. Pada tingkatan ini budaya sangat sukar berubah, sebagian karena anggota kelompok sering tidak sadar akan banyaknya nilai yang mengikat mereka bersama. Pada tingkat yang terlihat, budaya menggambarkan pola atau gaya perilaku suatu organisasi, sehingga siswa secara otomatis terdorong untuk mengikuti perilaku sejawatnya.

Organisasi yang memiliki budaya yang kuat ditandai dengan adanya kecenderungan hampir semua organisasi siswa menganut bersama seperangkat nilai dan metode menjalankan usaha organisasi. Siswa baru mengadopsi nilai-nilai ini dengan sangat cepat. Seorang ketua baru bisa saja dikoreksi oleh anggota siswa lainnya, jika dia melanggar norma-norma organisasi. Gaya dan nilai dari suatu budaya yang cenderung tidak banyak berubah dan akar-akarnya sudah mendalam, walaupun terjadi penggantian pemimpin. Dalam organisasi dengan budaya yang kuat, siswa cenderung berbaris mengikuti penabuh genderang yang sama. Nilai-nilai dan perilaku yang dianut bersama membuat orang merasa nyaman dalam bekerja, rasa komitmen dan loyalitas membuat orang berusaha lebih keras lagi. Dalam budaya yang kuat memberikan struktur dan kontrol yang dibutuhkan, tanpa harus berstandar pada birokrasi formal yang mencekik yang dapat menekan tumbuhnya motivasi dan inovasi.

Seorang pemimpin tidak dapat menghidupkan nyala ‘api’ dalam diri orang lain jika mereka sendiri tidak antusias. Pemimpin mengkomunikasikan tujuan mereka melalui bahasa yang jelas dan gaya ekspresif. Antusiasme dari seorang pemimpin akan menular kepada anggota tim lainnya. Dalam hal ini diperlukan adanya komitmen kepemimpinan siswa yang jelas dan visioner, diantaranya :

  1. Mencari kesempatan yang menantang untuk mengubah, mengembangkan, membuat inovasi dan meningkatkan.
  2. Melakukan eksperimen, mengambil resiko dan belajar dari kesalahan yang menyertainya.
  3. Membayangkan masa depan, meningkatkan semangat bersama.
  4. Mengajak orang lain dalam wawasan bersama dengan mengimbau nilai-nilai, perhatian, harapan dan impian mereka.

DAFTAR PUSTAKA

http://dony.blog.uns.ac.id (Diakses tanggal 16 Juni 2010 Pukul 10.00)

http://gurukreatif.wordpress.com/2008/12/18/4-aspek-kepemimpinan-guru-dikelas (Diakses tanggal 16 Juni 2010 Pukul 10.00)

http://arjana-stahn.blogspot.com/2010/01/kajian-etika-dan-filsafat-hedonisme.html (Diakses tanggal 16 Juni 2010 Pukul 10.00)

http://managementfile.com/journal.php?id=201&sub=journal&page=strategic&awal=0 (Diakses tanggal 16 Juni 2010 Pukul 10.00)

About these ads
Comments
  1. mickyardana says:

    yang terpenting itu kita harus bisa memimpin diri sendiri dahulu sebelum kita memimpin orang banyak,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s